Saturday, October 8, 2016

Road to Sydney (Google Interview Edition)

Halo semuanya, akhirnya setelah sekian lama bisa balik nge-blog lagi karena ada sesuatu yang bisa diceritakan :p

Setelah terakhir pergi ke luar negeri tahun lalu pada saat ACM ICPC Taiwan waktu dulu kuliah (Aduh... Berasa tua waktu bilang 'dulu kuliah'), ternyata saya diberikan kesempatan terbang ke luar negeri lagi secara gratis lagi :).

_________________________________

Semuanya berawal ketika saya coba-coba, tapi lama lama ketagihan. Yak, saya coba apply kerja ke Youtube US sebagai Software Engineer. Setelah cari-cari dimana letak career page si-Youtube ini, akhirnya ketemu juga, langsung apply deh. Ternyata dibawa ke halaman Google Career, "Hooooo ternyata prosesnya lewat Google juga" - kata Saya. Setelah isi-isi form, taruh CV, langsung submit.

Orang bilang "Siapa sih lu, nyari kerja sok - sok an sampe ke luar negeri, kayak diterima aja". Nah untungnya gak ada orang yang ngomong kayak gini, jadi saya tidak perlu pusing mikirin cara menjawabnya.

Oke, beberapa hari setelahnya (Mungkin minggu :-? ) saya dapat email "Hello from Google Sydney". Mereka bilang dapat "operan" CV saya dari Youtube. Jadi saya apply ke Youtube US, terus dengar - dengar buat bawa orang dari luar US ke US itu lagi susah, jadi Youtube refer saya ke Google Sydney dan ada recruiter yang tertarik untuk melanjutkan (Terima kasih sudah percaya saya dari awal :) ). Sebut saja nama recruiter ini adalah Met.

Setelah email - email an sama Met, dan dijelaskan bagaimana proses selanjutnya melalui email, Met akhirnya menelpon saya untuk memberikan Screening Interview. Tidak ada technical coding saat screening interview, hanya beberapa pertanyaan singkat tentang Computer Science. Kebanyakan tentang algoritma, bahasa pemrograman, dan kalau tidak salah sedikit tentang system design. Setelah selesai dengan proses Screening Interview, Met memberikan kabar bahwa saya akan lanjut ke tahap selanjutnya. Tahap selanjutnya yaitu Phone Interview, Nah disini baru ada live coding session pakai Google Doc.

Setelah menyesuaikan jadwal bersama Met, akhirnya hari dimana saya melakukan Phone Interview-pun tiba. Waktu Phone Interview, dia memberikan 1 pertanyaan Problem Solving, namun ada tambahan follow up question yang masih related ke pertanyaan tersebut. Misalnya : Buat sebuah function yang menerima 2 bilangan, lalu return penjumlahannya. Lalu follow up questionnya, bagaimana jika angkanya adalah ribuan digit, bagaimana kalau bisa negatif, bagaimana kalau angkanya tidak cuman 2, dsb. Setelah selesai phone interview, beberapa hari berikutnya (Mungkin minggu :-? ), Met memberitahu saya bahwa saya akan lanjut ke phone interview 2.

Phone interview 2, pada dasarnya tidak beda jauh dengan yang pertama. Bahkan tidak ada bedanya sama sekali. Bedanya disini (Katanya gak ada bedanya ._. ) saya tidak seyakin pada saat phone interview pertama. Pertanyaannya tidak terlalu sulit, tapi saya kesulitan berpikir untuk mendapatkan solusi optimal. Akhirnya saya menggunakan berbagai cara agar kompleksitas program yang saya buat hampir sama dengan yang diinginkan. Setelah selesai, siangnya saya diskusi sama Budi tentang problem ini, ternyata klasik :'). Yasudah kalau memang tidak lanjut, saya akan prepare lebih baik lagi.

1 hari, 2 hari, 4 hari, 1 minggu tidak ada kabar dari Met. Saya ditinggalkan, saya merasakan nyeri pada hati ini. Kemana dia ? kenapa tidak mengingatkan saya untuk makan ?.

Setelah lebih dari 1 minggu, pagi hari saya mengirimkan email follow up tentang proses recruitment saya. Namun disangka entah disangka, sengaja entah di enggak sengajakan, siang hari Met memberikan hasilnya. Saya diundang untuk melakukan proses onsite interview :').

Setelah mencari passport yang saya kira tidak dipakai lagi, sudah berdebu dan sudah mau kadaluarsa, menyiapkan surat - surat, print invitation letter dari Google, saya langsung membuat Visa. Pada saat giliran saya untuk memberikan berkas, mbak - mbak yang jaga meja bilang "Interview di Google yah ? Dream Job yah". Jelas mbak, sangat jelas sekali :').

_________________________________

Jumat 9 September 2016
Saya terbang. Saya terbang sendiri. Saya ke negeri orang sendiri. Sendirian. SENDIRIAN. Saya terbang dari bandara Soekarno Hatta kira kira pukul 12 malam, dan diperkirakan sampai Sydney pukul 9 pagi. Perjalanannya sebenarnya harnya 6 jam, namun perbedaan 3 jam yang bikin kelihatannya lama.

Sebelum Terbang

Sabtu 10 September 2016

Baru sampai

Setelah tiba di Sydney, sebagai generasi milenia, WiFi merupakan hal yang harus ada. Maka saya langsung mencari koneksi untuk memberikan kabar kalau saya sudah sampai. Setelah menukarkan sedikit uang, saya memberanikan keluar bandara. Bersih, sejuk, segar, pemandangan baru buat saya. Tidak percaya saya ada disini, saya mencubit pinggang, saya takut ini mimpi karena saya tidak merasakan sakit, ternyata itu bukan pinggang saya.

Di kamar sendirian


Saya naik taxi untuk sampai ke hotel ParkRoyal Darling Harbour. Didalam taxi, saya banyak ngobrol dengan abang taxi-nya. Hal pertama buat saya untuk ngobrol dalam bahasa inggris dengan orang asing. Rasanya kayak aneh, karena terbiasa ketika saya melihat orang berbicara inggris, dibawahnya ada subtitle-nya. Namun ketika dia berbicara bahasa inggris dan saya melihat kebawah, saya melihat kancing di bagian pusarnya terbuka.


Taxi di Sydney memang mahal. Sangat amat mahal sekali, like super duper expensive. Perjalanan yang kira kira saya ukur naik taxi dari Karawaci ke Central Park, kira kira biayanya Rp. 600.000,-. Itu abang taxi punya panti asuhan yang harus dibiayai-kah ?

Singkat kata setelah sampai di hotel, saya ngabarin keluarga dan Irene dulu kalau saya sudah sampai hotel. Setelah cek cek kamar (Internet, kamar mandi, minuman, listrik) saya memutuskan untuk istirahat dan tidur....

Masih tidur....

Saya masih tidur....

Saya bangun.... Masih ngantuk.... Tidur lagi....

Darling Harbour :)

Setelah bangun tapi masih agak mengantuk, saya iseng buka peta yang saya ambil dari bandara. Saya melihat ada taman Darling Harbour di dekat hotel. Setelah siap siap, saya memberanikan diri untuk jalan jalan. Ternyata jaraknya memang tidak terlalu jauh. Setelah menyebrang jalan, saya melihat banyak orang yang sedang menonton pertunjukan, bermain di taman, serta jajan jajan. O iyah ini malam minggu, pantas ramai sekali. Saya lanjut jalan jalan sambil menikmati sekitar.




Setelah puas foto - foto, saya kemudian kembali ke hotel untuk istirahat. Ohhh Malamnya, saya memberikan titipan Dwan kepada temannya Kath, malamnya pergi ke restoran jepang yang harganya tidak terlalu mahal (Kalau dirupiahin juga tetap mahal sih). Setelah makan, ternyata di Darling Harbour ada kembang api. Setelah makan, langsung segera pergi untuk menonton.






Minggu 11 September 2016
Accenture (Dalemnya ada Google)
Saya bangun agak siang. Rencana hari ini saya ingin pergi ke kantor Google dulu agar besoknya saya tidak bingung untuk mencari dimana kantor Google. Setelah siap siap, liat peta dimana kantor Google, lihat dari Google Maps, saya mencoba mengingat letaknya (Takut di luar hotel tidak ada WiFi). Maka saya memustukan untuk mencari kantor Google.


Ternyata susah. Saya tidak melihat ada tulisan Google dimana mana. Saya keliling keliling, sudah yakin bahwa saya sudah ada di posisi yang benar, nemun tidak ada hasil. Cara terbaik adalah nanya orang. Setelah bertanya, dia memberikan arah letak kantornya. Setelah saya ikutin arahnya, saya tetap tidak ketemu kantor Google. Akhirnya saya mendapatkan internet gratis dari sebuah mall, saya segera membuka waze, dan ternyata kantor Google tepat dibelakang saya. Saya tetap tidak melihat tulisan Google, namun saya mengintip bagian dalamnya (Tutup karena hari minggu). Ternyata tulisan Google ada didalamnya. Kalau kata Kasino "Dasar monyet bau, kadal bintit, muka gepeng, kecoa bunting, babi ngepet, dinosaurus, brontosaurus, kirik..!!!".

Setelah dapat posisi kantor Google, ternyata masih ada waktu buat hari ini. Saya memutuskan untuk pergi ke Sydney Opera House. Jalan Kaki. Karena saya takut nyasar kalau pakai angkutan umum. Di perjalanan, saya lewat Hyde Park, Taman Kota tapi serasa hutan yang besar banget di tengah kota.






Been there :')




Senin 12 September 2016


Akhirnya hari yang ditunggu tiba (Hari yang mengharuskan saya datang kesini). Setelah mandi, saya langsung menuju ke gedung Google. Saya masuk ke gedung A dan bilang ingin interview dengan recruiter saya yang bernama Met. Setelah menunggu, saya diberitahu bahwa Met ada di gedung B. Saya lalu diberikan peta menuju kesana. Aduh mati saya. Tapi untungnya saya sampai dengan tidak lama lama banget.

Setelah masuk dan menunggu, akhirnya saya bertemu dengan Met in person. Saya kemudian diantarkan langsung menuju ruang Interview o_O.

5 x 45 menit Interview
1 x Lunch

Pengalaman yang gak mungkin dilupakan. Orang orang disana memang sangat humble, orang yang menginterview ada untuk membantu solving the problem. Selama saya interview, saya tidak merasakan seperti di interview, kita seperti diskusi dalam menyelesaikan masalah. 

Kalau saya tidak langsung dapat cara optimalnya, saya selalu memberikan solusi obvious yang tidak optimal karena saya berpikir daripada syaa diam, saya menjelaskan solusi paling simple. Dalam menjelaskan solusi yang simple, terkadang saya mendapat ide untuk mengoptimasi solusi tersebut, bahkan sampai ke "menurut saya" paling optimal.


Saya lunch interview bersama "Saya lupa namanya :( ", dia merupakan engineer di blogspot. Saya tanya banyak tentang blogspot, bagaimana backend-nya, bagaimana cara kerja, masalah yang selalu ada, bagaimana bersaing sama wordpress dsb. Orang yang menginterview saya juga datang dari berbagai divisi, ada yang dari maps, google storage, dsb.

Overall interview disana memberikan banyak ilmu dari apa yang mereka gunakan, trick problem solving, culture mereka, dan lain lain. Bayangkan apa bila saya kerja disana, pasti lebih banyak lagi ilmunya :).

Setelah selesai Interview, saya diajak office tour bersama ko Kur, dan kemudian makan malam bareng :).







Selasa 13 September 2016
Setelah pengalaman yang luar biasa, saya pulang. Tapi lewat Bali. Akhirnya saya pernah ke bali :).





Dijemput di terminal 3 :)


______________________________

Hasilnya keluar setelah saya menunggu satu bulan. Saya tidak masuk, saya gagal :'). Tidak gagal sih, saya belum berhasil.

Met memberi tahu saya hasilnya mostly positive, namun ada beberapa yang mereka lihat bisa diimprove, dan merekomendasikan saya untuk coba lagi 12 bulan kedepan.

Saya akan coba lagi, dan akan lebih prepare untuk ini. Overall, pengalaman terbaik ke-2 setelah saya lolos ke ACM ICPC World Final tahun 2014 lalu, kalo saya diterima, mungkin akan menjadi best experience ever so far :p.

Bener bener pengalaman yang gak diduga, berawal dari coba-coba, akhirnya jadi ketagihan.

Worth to Share :
  1. Hati - hati buat yang pakai Nokia Lumia. HP saya gak bisa mati waktu di pesawat :'( akhirnya saya aktifin mode terbang dan cabut SIM Card. Puji Tuhan semua baik - baik saja.
  2. Terima kasih kepada Coldplay :'). Lagu mereka banyak menemani selama disana, dan di pesawat :)
  3. Ternyata salah satu gedung Google satu gedung dengan Accenture.
  4. Tidak ada suara klakson selama disana.
  5. Nyebrang sangat aman teratur.
  6. Gak sempat masuk ke The Biggest IMAX Screen on Earth di IMAX Darling Harbour
  7. Akan ditambahkan kalau ingat :)
All photo bakal di upload kalau ada internet yang memadai.
Happy day \[^_^]/